Kamis, 07 Juli 2011

Pengertian, Unsur Dan Ciri-Ciri Hukum

1. Pengertian Hukum
Dalam tahap awal untuk mempelajari dan memahami banyak hal, seseorang akan berusaha terlebih dahulu untuk mengerti dan mengetahui definisi dari obyek yang inggin dipelajarinya. Secara harfiah keinginan untuk mengerti tersebut seolah-olah sudah menjadi starting point yang “wajib” bagi sebagian besar orang. Meski pada akhirnya, orang-orang tersebut akan kurang setuju dengan definisi awal yang diterimanya. Dan akan lebih memilih memberikan definisi dari sudut pandangnya sendiri.
Begitu pula dalam kaitannya dengan hukum, seorang pemula selalu berusaha untuk mengerti definisi mengenai hukum. Pertanyaan apakah itu yang dinamakan hukum? akan selalu menjadi pertanyaan mendasar pertama yang inggin diketahui jawabannya. Hal tersebut bukanlah hal yang salah, karena justru memberikan manfaat bagi pemula yang sedang belajar mengenai hukum. Namun, adakalanya hal ini kurang tepat, karena cukup sulit kiranya mencari definisi hukum yang benar-benar tepat.
Menurut Prof. Mr. L.J. Van Apeldroon dalam bukunya yang berjudul “Inleiding tot de studie van het Nederlandse Recht (terjemahan Oetarid Sadino, SH), bahwa tidak mungkin memberikan suatu definisi tentang apalah hukum itu. Karena perlu kita pahami bahwa hukum memiliki banyak segi dan cakupan yang luas sehingga tidak mungkin untuk menyatukannya dalam satu rumusan definisi yang dapat memuaskan.
Sejak dahulu banyak sarjana-sarjana yang berusaha memberikan definisi mengenai hukum, namun tetap belum saja ada rumusan definisi yang benar-benar memuaskan. Tentunya hal ini perlu dipahami karena untuk mengerti apalah hukum itu, haruslah benar-benar kita memahaminya tidak hanya lewat definisi saja. Karena tiap-tiap definisi selalu memberikan segi dan cakupan yang berbeda dan dengan sudut pandang yang tentunya berbeda pula.
Oleh karena itu, untuk memahami apalah hukum itu, ada baiknya dipahami batasan hukum yang dikemukakan Drs. E. Utrecht, SH yaitu, “Hukum itu adalah himpunan peraturan-peraturan (perintah-perintah dan larangan-larangan) yang mengurus tata tertib suatu masyarakat dan karena itu harus ditaati oleh masyarakat itu”.
Meski batasan hukum yang dikemukakan oleh Drs. E. Utrecht, SH tersebut belum memberikan kelengkapan yang memuaskan. Namun, batasan tersebut dapat menjadi pegangan semata bagi kita para pemula dalam perjalanan untuk lebih mengerti tentang keseluruhan kajian dalam hukum.
Untuk memperkaya wawasan, dibawah ini beberapa definisi mengenai hukum dari para sarjana hukum. Definisi-definisi tersebut yakni:
a. Menurut Prof. Mr. E.M. Meyes dalam bukunya “De Algemene begrifen van het Burgerlijk Recht”. “Hukum adalah semua aturan yang mengandung pertimbangan kesusilaan, ditujukan kepada tingkah laku manusia dalam masyarakat, dan yang menjadi pedoman bagi Penguasa-penguasa Negara dalam melakukan tugasnya”.
b. Menurut Leon Duguit : “Hukum adalah aturan tingkah laku para anggota masyarakat, aturang yang daya penggunaanya pada saat tertentu diindahkan oleh masyarakat sebagai jaminan dari kepentingan bersama dan jika dilanggar menimbulkan reaksi bersama terhadap orang yang melakukan pelanggaran itu”.
c. Menurut Immanual Kant : “Hukum adalah keseluruhan syarat-syarat yang dengan ini kehendak bebas dari orang yang satu dapat mnyesuaikan diri dengan kehendak bebas dari orang lain, menuruti peraturan hukum tentang kemerdekaan”.
d. Menurut S.M. Amin, SH : “Hukum adalah kumpulan-kumpulan peraturan-peraturan yang terdiri dari norma dan sanksi-sanksi. Dan tujuan hukum adalah mengadakan ketatatertiban dalam pergaulan manusia sehingga keamanan dan ketertiban terpelihara”.
2. Unsur-Unsur Hukum
Dari beberapa rumusan definisi hukum dari para ahli hukum seperti diuraikan di atas, dapatlah dikemukakan bahwa hukum itu meliputi beberapa unsur, yaitu:
a. Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat.
b. Peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi yang berwajib.
c. Peraturan itu bersifat memaksa.
d. Sanksi bagi pelanggaran terhadap peraturan itu adalah tegas dan dapat dirasakan oleh yang bersangkutan.
3. Ciri-Ciri Hukum
Dalam kehidupan bermasyarakat, setiap orang harus bertindak sedemikian untuk menjaga tata tertib didalamnya. Oleh karena itu, hukum meliputi berbagai peraturan yang menentukan dan mengatur hubungan antara orang yang satu dengan orang yang lain yakni peraturan-peraturan kemasyarakatan yang dapat disebut juga kaedah hukum.
Kaedah hukum ini wajib ditaati oleh setiap orang dan bagi siapapun yang dengan sengaja melanggarnya akan dikenai sanksi (bentuk akibat pelanggaran terhadap kaedah hukum) yang berupa hukuman.
Maka dapat disimpulkan bahwa hukum memiliki ciri-ciri, yaitu:
1. Terdapat perintah ataupun larangan.
2. Perintah atau larangan tersebut harus dipatuhi oleh setiap orang.

Disarikan dari berbagai sumber (zain).
Judul: Pengertian, Unsur Dan Ciri-Ciri Hukum; Ditulis oleh Zain Al-Muhtar; Rating Blog: 5 dari 5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar